Proses membentuk diri
2018 menjadi tahun awal aku berjuang, menjadikan tahun yang menakjubkan bagi hidupku.
Kenapa enggak, di tahun itu aku belajar banyak hal, dari ngubah diri yang tadinya terus-terusan main game gak inget waktu sampai lupa mandi hingga belajar organisasi yang mana aku gak ada background sama sekali.
Awalnya, ini dari concern abang sendiri yang bilang kalo aku kebanyakan di kamar terus, kalo gak ke kamar ya ke warnet dan aku disaranin untuk ikut OSIS di SMA biar sekiranya jadi orang yang sibuk di sekolah.
Singkat cerita, aku diterima dan diamanahin jadi waket sekbid medfo di tahun pertama. Tahun pertama ini sih belum banyak yang bisa dilakuin, jadi kalau ada acara biasanya dipindahin jadi panitia lain atau rolling dari acara ke acara, walaupun tetep aja sih sekbidku yg bagian edit-mengedit dan kerja dibelakang, yang tentu wajib banget harus dilandasi prinsip ikhlas.
Aku mendaftar untuk periode kedua, dan juga aku mencalonkan diri sebagai ketua OSIS, namun aku kalah dalam pemilihan, tapi aku tetap ingin berkontribusi, sehingga aku masih ikut OSIS dan diamanahkan sebagai ketua divisi. Untuk rintangan yang aku hadapi di periode ini, aku menjadi ketua acara. dan acaraku lumayan meriah karena ini adalah acara pertama dalam beberapa periode terakhir yang mendapatkan biaya support eksternal sehingga acaraku begitu menarik untuk diikuti.
Tidak hanya ikut organisasi internal sekolah, namun juga aktif untuk mengikuti kegiatan lain seperti ikut berbagai lomba, aktif di ekstrakulikuler, dan juga ikut beberapa event yang diadakan FOJB seperti gathering Ketua OSIS. di sini aku juga mendapat banyak relasi dari OSIS di wilayah Jawa Barat.
Di tahun kedua ini, aku belajar banyak soal organisasi, dari gimana caranya manage kegiatan dan mulai aktif brainstorming soal masalah-masalah yang ada di OSIS. Tahun ini menjadi tahun yang berat banget sekaligus seru soalnya bisa ketemu orang-orang keren. Aku sendiri menikmati masa-masa sedih-susah organisasi, soalnya itu juga yang ngebentuk diri aku dan juga emang udah menjadi tanggung jawab sendiri, kenapa aku ambil keputusan itu, dan aku sendiri gak menyesal.
Fyi, sejak menginjak tahun kedua ini, aku jadi tahu prioritas ataupun tanggung jawab, satu tahun kemarin itu aja bisa ngebentuk diri. dari awalnya orang yang apatis bisa menjadi orang yang kontributif.
pegangan aku untuk bertahan sih, aku ingin jadi orang yang bisa punya impact di masyarakat suatu hari nanti menurutku bisa diraih kalo kita mau belajar memperbaiki diri. dan tentu banyak tantangan untuk hal ini tapi selagi ada kemauan jalan pun akan menghampiri kita.
Menurut aku, jadi orang yang bermanfaat bisa di mana aja, selagi kita masih muda dan banyak peluang juga untuk eksplorasi diri. Dengan fokus untuk terus memperbaiki diri, dan jadi orang yang baik dari hari ke hari, sehingga kalau ingin jadi orang bermanfaat ia sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Sebaik-baik manusia adalah yang mampu membawa dirinya menuju kebaikan, yang tahu benar dan salah dan berani untuk menyampaikan kebenaran walaupun banyak orang yang tidak setuju dan menganggap remeh, meskipun, kita tidak mencari ridho manusia. Karena organisasi juga bukan kendaraan untuk meraih ketenaran atau jabatan. Karena ini adalah wadah untuk orang yang ingin berkontribusi, menebar manfaat, dan berbagi kebaikan.


Comments
Post a Comment